Selasa, 28 Februari 2012

TV analog Versus tv digital

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi , membawa perkembangan pada televisi. TV digital disebut-sebut sebagai penggati TV analog yang ada sekarang ini, namun tahuka apa yang membedakan mereka lalu seperti apa teknologi yang dipakai oleh TV digital? berikut saya ulas...
1.Definisi

  A. TV Digital
  TV digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video,audio dan data ke pesawat televisi. tv digital bukan berarti pesawat televisinya yang digital namun lebih ke sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital. TV digital memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Pemirsa dapat melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang dan depth of field yang  lebih luas daripada yang biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di tv analog.  

B. TV Analog
  TV analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan /atau frekuensi dari sinyal.   Seluruh sistem sebelum tv digital dapat dimasukkan ke analog sistem yang dipergunakan dalam tv analog seperti NTSC(nation television system commitee), PAL dan SECAM.  Kelemahan dari sinyal analog adalah sinyal yang berubah-ubah sehingga sangat sering terjadi gangguan seperti noise, gambar tidak jelas,"banyak semut",gambar berbayang, dll.

2. Perbedaan yang paling mendasar 
Bagan cara kerja analog vs digital
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran tv analog dengan tv digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal; akan melemah dan penmerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. sedangkan pada sistem digital, siaran gamnbar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi. Kebanyakan tv di Indonesia masih menggunakan sistem analog dengan cara memodulasikannya langsung pada frekuensi carrier, seddangkan pada sistem digital, data,gambar dan suara dikodekan dalam mode digital (diskret) sebelum dipancarkan.

Senin, 27 Februari 2012

migrasi ke TV digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring
mengajak masyarakat umum agar migrasi dari televisi analog menjadi televisi digital. Hal itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan internasional tentang siaran televisi digital.

International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional telah memberi batas akhir (deadline) kepada seluruh negara di dunia, agar paling lambat, 17 Juni 2015 seluruh lembaga penyiaran melakukan penyiaran dengan digital.

Akibat dari deadline itu, televisi analog yang biasa ditonton sehari-hari tidak akan bisa menerima siaran lagi. Pada tanggal tersebut, mau tak mau, masyarakat harus berganti ke televisi yang bisa menangkap siaran digital.

"Tren teknologi tidak bisa dilawan. Bermula dari televisi analog berupa tabung, transistor, IC lalu ke digital, LCD dan seterusnya. Seperti halnya dengan industri telekomunikasi yang dimulai dari 2G, 3G, LTE dan seterusnya," kata Tifatul di Jakarta, Senin (30/1/2012).

Seperti yang dilansir oleh Kompas.com bahwa pemerintah telah membuka tender untuk penyelenggaraan penyiaran tv digital terestrial. Agar bisa terlaksana, pemerintah telah menandatangani keputusan
Menteri Kominfo NO.95/KEP/M.KOMINFO/2/2012 tentang peluang usaha di bidang penyiaran multiplexing pada penyelenggaraan penyiaran tv digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar(free to air).

Untuk melakukan migrasi dari teknologi analog ke digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar tv dan penerima siaran tv. karena pesawat tv analog tidak bisa menerima sinyal digital, maka diperlukan alat tambahan yang dikenal dengan nama set-top box. yang berfungsi menerima dan merubah sinyal digital menjadi sinyal analog.

set-top box merk western digital
Penggunaan set-top box ini ditujukan juga untuk meminimalkan resiko kerugian(baik bagi operator tv maupun masyarakat) agar pesawat penerima analog dapat menerima siaran analog dari pemancar tv yang menyiarkan siaran tv digital, sehingga pemirsa yang telah memiliki pesawat penerima tv analog secara perlahan-lahan dapat beralih ke teknologi tv digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.
Saat ini, harga set-top box di kawasan Glodok -Jakarta akan dijual sekitar Rp.135.000.-an /unit. Namun, pemerintah juga sedang menghitung peluang bantuan decoder kepada orang-orang miskin dan diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 300 miliar agar tidak memberatkan masyarakat miskin dan agar migrasi ini berjalan serentak dan merata.
Sunber : Kompas.com

Rabu, 14 Desember 2011

hyperthreading dan dispatching algoritm

Definisi Teknologi Hyperthreading yaitu bentuk revolusi teknologi yang lebih maju yang memiliki teknologi simultaneous multithreading (SMT) yang telah di terapkan kepada beberapa varian seperti pentium 4, dual core, core to 2, dan prosesor yang diatasnya lagi.
Teknologi dispatching algorithm memiliki kegunaan dengan Teknologi ini mendukung beberapa prosesor di antaranya sebagai Windows NT, Windows 2000, Windows XP Professional, Windows Vista, dan GNU/Linux dua buah prosesor, namun dalam kenyataannya hanya satu prosesor. sehingga dengan cara ini proses sistem operasinya lebih cepat dan efisien, karena meskipun sistem operasi tersebut bersifat multitasking, sistem operasi tersebut melakukan eksekusi terhadap proses secara berurutan.
Beberapa sistem operasi yang menggunakan teknologi hyperthreading :
  • Windows NT/XP/2000, linux, solaris 9 dan later termasuk juga kedalam kelompok multhreading dengan model one-to-one.
  • IRIX, HP-UX, tru64, UNIX, solaris 8 and earlier termasuk kekelompok model multhreading dengan model many-to-one.
  • Windows NT/2000, IRIX, digital UNIX dan Solarispun termasuk kedalam model multhreading model many-to-many.

Minggu, 11 Desember 2011

deadlock

Deadlock dalam arti sebenarnya adalah kebuntuan. Dalam konteks sistem operasi kebuntuan ini adalah kebuntuan proses. Hal ini terjadi disaat proses yang satu menunggu sumber daya yang masih dipegang oleh proses lain yang menunggu sumber daya tersebut. Cara yang paling mudah untuk mengilustrasikan deadlock adalah dengan kemacetan kendaraan diperempatan/4 persimpangan jalan dimana tiap kendaraan dari arah tiap arah saling menerobos tanpa ada yang mau mengalah.
Ilustrasi Deadlock
 Contoh lain, pada proses yang sebenarnya terdiri dari 3 tahap yaitu ; meminta,memakai,melepaskan.
Contoh program deadlock :
public class Proses {
          public  synchronized void getA () {
             //proses untuk mendapatkan sumber daya A
          }
          public synchronized void getB () {
            //proses untuk mendapatkan sumber daya B
          }
          public releaseA () {
            //proses melepaskan sumber daya A
          }
          public releaseB () {
           //proses melepaskan sumber daya B
          }
}
public class Coba () {
          public statis void main (String [] args ) {
              Proses P = new Proses;
              Proses Q = new Proses;
              P.getA ();
              Q.getB ();
              P.getB ();
              Q.getA ();
          }
}
Dari kode program diatas kedua proses (P dan Q) saling mendapatkan sumber daya (A dan B) tanpa ada proses melepaskan (release) sumber daya yang dijalankan. Maka terjadilah deadlock.
         

Sabtu, 05 November 2011

Alih Konteks (context switching)

 >skema alih konteks
mengganti CPU ke proses lain memerlukan penyimpanan suatu keadaan proses lama (state of old process) dan kemudian beralih ke proses yang baru. tugas tersebut diketahui sebagai alih konteks (context switch).
Ketika alih konteks terjadi, kernel akan menyimpan konteks dari proses yang lama ke dalam PCB-nya dan mengisi konteks yang telah disimpan dari proses baru yang telah terjadwal untuk berjalan.
Alih Konteks

>Informasi yang dimasukan apa?
Sebuah alih konteks hanya memasukan perubahan pointer ke perangkat register yang ada menjadi data register. tentu saja , jika ada lebih proses- proses aktif yang ada pada daripada yang ada di perangkat register, sistem menggunakan bantuan untuk meng-copy data register pada dan dari memori, sebagaimana sebelumnya. Semakin kompleks sistem operasi, maka makin banyak pekerjaan yang harus dilakukan selama alih konteks.

Jumat, 04 November 2011

Perbedaan long term, short term dan medium term scheduler

Scheduler (penjadwalan)
Sistem operasi harus memilih dan memproses antrian-antrian berdasarkan kategorinya,dimana proses seleksinya dilakukan oleh scheduler yang tepat.
Ada 3 tipe scheduler:
1. Long term scheduler
   menyeleksi proses-proses mana yang harus dimasukan ke dalam ready queue dan membawanya ke memori untuk dieksekusi. Long term scheduler mengeksekusi lebih jarang, dibutuhkan beberapa menit untuk pembuatan proses baru dalam sistem.  Long term scheduler mengontrol jumlah proses dalam memori (degree of multiprogramming). Jika degree of multiprogramming stabil maka tingkat rata-rata penciptaan proses baru harus sama dengan tingkat rata-rata proses yang meninggalkan sistem.

2. Short term scheduler (CPU Scheduler)
   menentukan proses mana yang selanjutnya akan dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk proses tersebut, dimana pemilihan  proses barunya dialokasikan sesering mungkin. Shortterm scheduler lebih sering dipanggil (hanya dalam waktui milidetik) karena durasi yang pendek antara eksekusi, shortterm scheduler harus sangat cepat.

3. Medium term scheduler

   penjadwalan ini akan menguntungkan untuk memindahkan proses dari memori maka jumlah proses dalam memori akan berkurang skema Medium term scheduler disebut swapping. swapping diperlukan untuk meningkatkan mutu penggabungan proses  karena terjadi perubahan dalam kebutuhan memori yang mengakibatkan memori harus dibebaskan.
   Swapping ini biasa kita jumpai pada saat menginstal sistem operasi linux. Pada saat proses instalasi sistem linux mengharuskan kita untuk membuat 2 partisi; 1. partisi root yang berfungsi sebagai tempat menyimpan file-file linux , 2. swap yang berfungsi membantu klinerja memori (RAM). makanya sistem operasi linux terkenal cepat dan handal.

Aktifitas SO sebagai suatu management proses

Proses adalah eksekusi dari program baik yang merupakan sub-program (function dan procedure) maupun main program. Untuk dapat menyelesaikan tugasnya sebuah proses membutuhkan sumber daya, seperti CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat I/O.
Sistem Operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses :
  • Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses
  • Menunda atau melanjutkan proses
  • Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi
  • Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi
  • Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sumber -> http://ikc.unimal.ac.id/umum/ibam/ibam-os-html/x395.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host